By: Nason Pigai
TOUYE dipahami oleh suku bangsa Mee sebagai buku putih atau kitab yang berisi tentang pengetahuan ajaran dan larangan untuk manusia AYII AYII atau bahagia kini di dunia dan AYITAI IMOTOTOGO atau kekal akhirat di sorga.
Untuk menjangkau atau jajak isi TOUYE yang berisi pengetahuan ajaran dan larangan Ugatamee yang tidak tertulis itu... anak negeri WAJIB GALI terhadap segenap fenomena hidup (kekuatan, potensi atau sumber daya) yang ada di lingkungan hidup (anugerah Tuhan warisan leluhur), baik fenomena yang ada di lingkungan alam, lingkungan sosial maupun fenomena yang ada di lingkungan budaya.
Segenap kemampuan, potensi atau sumber daya yang dimiliki Orang Papua Proto oleh leluhur suku bangsa Mee dikata... Tota Mee, tota bage, tota uguwo, tota tuma, tota manaa, touye manaa, tota todo, tota iyoo, tota notaa, tota nomo, tota yatu, tota mapi, tota makii, tota mude, tota udee, tota piya, tota mogo, tota uwoo, tota agiya, tota koteka, tota mogee, tota uka, tota owaa, tota yuwoo, tota ugaa dan semua yang tota itu.
Apakah ajaran dan larangan dari TOUYE ada dalam buku2 yang ditulis anak negeri, termasuk buku yang diterbitkan oleh Lembaga Studi Meeologi itu ?... Semoga buku kontekstual yang ditulis anak negeri itu sinergik dengan vision, semangat, jiwa atau roh dari TOUYE itu.
1. MAKEEWAAPA, Axis
Mundi, Altar Ugatamee
dan Situs Kebudayaan
Mee. (Goo Gaadawiyai)
2. Menjadikan Dogiyai Dou
Enaa; Sebuah Catatan
Awal. (Andreas A. Goo)
3. Kamus Antropologi.
(Andreas A. Goo)
4. Irama Kaido Papua,
Antologi Puisi. Fredy
Meenago Yobee.
5. Kibarkan Sang Bendera
Makanan, Gerakan
pemulihan habitat untuk
membangun martabat
hidup Orang Papua Proto.
(Nason Pigai)
6. Trio Goo Katekis,
Mengenang Karya 50
tahun sebagai Katekis
(Goo Trio)
7. ....... Ada buku lain yang
cari biaya untuk dicetak.
Anak negeri wajib lestarikan Ilmu pengetahuan Mee (Meeologi) lewat aksi BACA DAN TULIS BUKU yang membuat manusia berperadaban maju dan mandiri untuk kelola hidup secara akurat dengan cerdas, rajin, tekun dan ulet.
Konsep Meeologi pertama digagas oleh Drs. Philip Bipai Degei dan Gooyai sebagai pendiri LEMBAGA STUDI MEEOLOGI... Dengan kantor pusatnya di Makeewaapa Meeuwo.
Budayamu, identitasmu, jatidirimu, martabatmu secara terhormat harus lestari dan jaya dalam kehidupan, bertahta di istana pustaka, abadi di Museum atau mau terkubur dibawah tujuh lapisan tanah kembali kepada kemampuan anak negeri kelola budayanya.
KOTEKA bilang Woya diimi gai, Woya manaa wegai, Woya keitai ekowai agar kepekaan mudah pecah, seperti syair "Koteka Ugaa" yang dikata "Tii kateka pata taina yagai, gaku taina yadou" itu terlindungi dari bahaya... Semoga AYII AYII DAN AYITAI IMOTOTOGO.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar